About

Selasa, 22 Juli 2014

Paragraf Dalam Bahasa Indonesia


Paragraf adalah separangkat kalimat yang membicarakan suatu gagasan atau topik. Kalimat-kalimat dalam paragraf memperlihatkan kesatuan pikiran atau mempunyai keterkaitan dalam membentuk gagasan atau topik tersebut. Sebuah paragraf mungkin terdiri atas sebuah kalimat, mungkin terdiri atas dua buah kalimat,mungkn juga lebih dari dari dua buah kalimat. Bahkan, sering kita temukan bahwa suatu paragraf suatu paragraf berisi lebih dari lima buah kalimat. Walaupun paragraf itu mengandung beberapa kalimat, tidak satu pun dari kalimat-kalimat itu yang memperkatakan soal lain. Seluruhnya memperbincangkan satu masalah atau sekurang-kurangnya bertalian erat dengan masalah itu.
Contoh sebuah paragraf.
Sampah selamanya selalu memusingkan. Berkali-kali masalahnya diseminarkan dan berkali-kali pula jalan pemecahannya dirancang. Namun, keterbatasan-keterbatasan yang kita milikitetap menjadikan sampah sebagai masalah yang pelik. Pada waktu seminar-seminar itu berlangsung, penimbunan sampah terus terjadi. Hal ini mengundang keprihatinan kita karena masalah sampah banyak sedikitnya mempunyai kaitan dengan masalah pencemaran air dan banjir. Selama pengumpulan, pengangkutan, pembuangan akhir, dan pengolahan sampah itu belum dapat dilaksanakan dengan baik, selama itu pula sampah menjadi masalah.
     Paragraf ini terdiri atas enam kalimat. Semua kalimat itu membicarakan soal sampah. Oleh sebab itu, paragraf itu mempunyai topik “masalah sampah” karena pokok permasalahan dalam paragraf itu adalah masalah sampah.
Dalam tulisan-tulisan lain mungkin kita menjumpai topik paragraf, seperti
a.       peranan bahasa dalam kehidupan ;
b.      penyebab kebakaran hutan;
c.       perombakan kabinet;
d.      Tragedi semanggi;
e.       Kehidupan di ruang angkasa;


Topik paragraf adalah pikiran utama di dalam sebuah paragraf. Semua pembicaraan dalam paragraf itu terpusat pada pikiran utama ini. Pikiran utama itulah yang menjadi topik persoalan atau pokok pembicaraan. Oleh sebab itu, ia kadang-kadang disebut juga gagsan pokok di dalam sebuah paragraf. Dengan demikian, apa yang menjadi pokok pembicaraan dalam sebuah paragraf, itulah topik paragraf. Topik paragraf dijabarkan dalam kalimat topik atau kalimat utama.
6.1  SYARAT-SYARAT PARAGRAF
Paragraf yang baik harus memiliki dua ketentuan, yaitu kesatuan paragraf dan kepaduan paragraf.
a)      Kesatuan Paragraf
Dalam sebuah paragraf terdapat hanya satu pokok pikiran. Oleh sebab itu, kalimat-kalimat yang membentuk paragraf perlu ditata secara cermat agar tidak ada satu pun kalimat yang menyimpang dari ide pokok paragraf itu. Kalau ada kalimat yang menyimpang dari pokok pikiran paragraf itu, paragraf menjadi tidak berpautan, tidak utuh. Kalimat yang menyimpang itu harus dikeluarkan dari paragraf. Perhatikan paragraf di bawah ini.
Jateng sukses. Kata-kata ini meluncur gembira dari pelatih regu Jateng setelah selesai pertandingan final Kejurnas Tinju Amatir, Minggu malam, di Gedung Olahraga Jateng, Semarang. Kota Semarang terdapat di pantai utara Pulau Jawa, ibu kota Provinsi Jateng. Pernyataan itu dianggap wajar karena apa yang diimpi-impikan selama ini dapat terwujud, yaitu satu medali emas, satu medali perak, dan satu medali perunggu. Hal itu ditambah lagi oleh pilihan petinju terbaik yang jatuh ke tangan Jateng. Hasil yang diperoleh itu adalah prestasi paling tinggi yang pernah diraih oleh Jateng dalam arena seperti itu.
                        Dalam paragraf itu kalimat ketiga tidak menunjukkan keutuhan paragraf karena merupakan kalimat yang sumbang atau keluar dari permasalahan yang dibicarakan. Oleh sebab itu, kalimat tersebut harus dikeluarkan dari paragraf.
b)      Kepaduan Paragraf
Kepaduan paragraf dapat terlihat melalui penyusunan kalimat secara logis dan melalui ungkapan-ungkapan (kata-kata) pengait antarkalimat. Urutan yang logis akan terlihat dalam susunan kalimat-kalimat dalam paragraf itu.



Pengait Paragraf
Agar paragraf menjadi padu digunakan pengait paragraf, yaitu berupa 1) ungkapan penghubung transisi, 2) kata ganti, atau 3) kata kunci (pengulangan kata yang dipentingkan).
Ungkapan pengait antarkalimat dapat berupa ungkapan penghubung/ transisi.
1)      Beberapa Kata Transisi
1.      Hubungan tambahan         : Lebih lagi, selanjutnya, tambahan pula, di
                            samping itu,lalu, berikutnya, demikian
pula,begitu juga,lagi pula.
2.      Hubungan Pertentangan   : akan tetapi, namun, bagaimanapun,
                                            walaupun demikian, sebaliknya, meskipun
begitu, lainhalnya.
3.      Hubungan perbandingan   : sama dengan itu, dalam hal yang demikian,
                            sehubungan dengan itu.
4.      Hubungan akibat               : oleh sebab itu, jadi, akibatnya, oleh karena
itu,maka, oleh sebab itu.
5.      Hubungan tujuan              : untuk itu, untuk maksud itu.
6.      Hubungan singkatan         : singkatnya,pendeknya,akhirnya,pada
umumnya, dengan kata lain, sebagai
simpulan.
7.      Hubungan waktu              : sementara itu, segera setelah itu, beberapa
saat kemudian.
8.      Hubungan tempat             : berdekatan dengan itu.
Paragraf di bawah ini memperlihatkan pemakaian ungkapan pengait antarkalimat yang berupa ungkapan penghubung transisi.
Belum ada isyarat jelas bahwa masyarakat sudah menarik tabungan deposito mereka. Sementara itu, bursa efek Indonesia mulai goncang dalam menampung serbuan para pemburu saham. Pemilik-pemilik uang berusaha meraih sebanyak-banyaknya saham yang dijual di bursa. Oleh karena itu, bursa efek berusaha menampung minat pemilik uang yang menggebu-gebu. Akibatnya indeks harga saham gabungan (IHSG) dalam tempo cepat melampaui angka 100 persen. Bahkan, kemarin IHSG itu meloncat ke tingkat 101,828 persen.

Senin, 21 Juli 2014

Macam-Macam Kalimat Dalam Bahasa Indonesia


KALIMAT DALAM BAHASA INDONESIA
1.      Pengertian Kalimat
Sekurang-kurangnya kalimat dalam ragam resmi, baik lisan maupun tertulis, harus memiliki subjek (S) dan predikat (P). kalau tidak memiliki unsure subjek dan unsure predikat, pernyataan itu bukanlah kalimat. Deretan kata yang seperti itu hanya dapat disebut sebagai frasa. Inilah yang membedakan kalimat dan frasa.
Kalimat adalah satuan bahasa terkecil, dalam wujud lisan atau tulisan, yang mengungkapkan pikiran yang utuh. Dalam wujud lisan kalimat diucapkan dengan suara naik turun, dan keras lembut, disela jeda, dan diakhiri dengan intonasi akhir. Dalam wujud tulisan berhuruf latin kalimat dimulai dengan huruf capital dan diakhiri dengan tanda titik (.), tanda Tanya (?), dan tanda seru (!). kalau dilihat dari hal predikat, kalimat-kalimat dalam bahasa Indonesia ada dua macam, yaitu :
a.         Kalimat-kalimat yang berpredikat kata kerja dan
b.         Kalimat-kalimat yang berpredikat bukan kata kerja.

DIKSI ATAU PILIHAN KATA


Diksi ialah pilihan kata. Maksudnya, kita memilih kata yang tepat untuk menyatakan sesuatu. Pilihan kata merupakan satu unsur sangat penting, baik dalam dunia karang-mengarang maupun dalam dunia tutur setiap hari. Dalam memilih kata yang setepat-tepatnya untuk menyatakan suatu maksud, kita tidak dapat lari dari kamus. Kamus memberikan suatu ketepatan kepada kita tentang pemakaian kata-kata. Dalam hal ini, makna kata yang tepatlah yang diperlukan.
Kata yang tepat akan membantu seseorang mengungkapkan dengan tepat apa yang ingin disampaikannya, baik lisan maupun tulisan. Di samping itu, pemilihan kata itu harus pula sesuai dengan situasi dan tempat penggunaan kata-kata itu.

berbagai bahasa dan ragamnya


Bahasa Indonesia perlu dipelajari oleh semua lapisan masyarakat. Tidak hanya pelajar dan mahasiswa saja, tetapi semua warga Indonesia wajib mempelajari bahasa Indonesia. Dalam bahasa Indonesia ada yang disebut ragam bahasa. Apa saja macam-macam ragam bahasa Indonesia dan bagaimana contohnya untuk masing-masing ragam bahasa tersebut? Ini bertujuan untuk mengetahui berbagai ragam bahasa Indonesia serta dapat membedakannya. Dimana ragam bahasa merupakan variasi bahasa yang pemakaiannya berbeda-beda.
Salah satu ragam bahasa Indonesia, yaitu ragam lisan dan ragam tulis. Apa perbedaan yang menonjol antara ragam lisan dan ragam tulis? Agar kita dapat membedakan antara ragam lisan dan ragam tulis.
Kita sebagai warga Indonesia harus menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Kita harus mengetahui seperti apa bahasa Indonesia yang baik dan benar? Apakah bahasa Indonesia yang baik sudah tentu benar dan bahasa Indonesia yang benar sudah tentu baik? Agar kita dapat memahami seperti apa yang dimaksud bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Makalah Bhs Indonesia




Bahasa merupakan salah satu unsur identitas nasional. Bahasa dipahami sebagai sistem perlambangan yang secara arbiter dibentuk atas unsur-unsur bunyi ucapan manusia dan digunakan sebagai sarana berinteraksi manusia. Di Indonesia terdapat beragam bahasa daerah yang mewakili banyaknya suku-suku bangsa atau etnis. oleh karena itu kami membuat makalah yang berjudul sejarah perkembangan bahasa indonesia.

 

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Atas